2DTT13

MONITORING PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS BERBASIS ARDUINO UNO

DESKRIPSI

Monitoring Penyiram Tanaman otomatis dibuat karena banyaknya masalah yang terjadi pada perawatan tanaman khusunya pada proses penyiraman yang tidak tepat. Selain itu alat ini dapat mempersingkat waktu pekerjaan. Alat ini disusun dengan beberapa komponen penting . Salah satunya adalah Arduino Uno board mikrokontroler berbasis Atmega 328 yang memiliki 14 pin input dari output digital  dimana 6 pin input tersebut dapat digunakan sebagai output PWM dan 6 pin input analog, 16 MHz osilator kristal, koneksi USB, jack power, ICSP header, dan tombol reset. Arduino ini menggunakan power USB ( dihubungkan dengan kabel USB ke komputer/laptop), adaptor atau baterai untuk sumber daya. Uno Arduino memiliki sejumlah fasilitas untuk berkomunikasi dengan komputer, Arduino lain, atau mikrokontroler lainnya. ATmega328 menyediakan UART TTL (5V) untuk komunikasi serial, yang tersedia di pin digital 0 (RX) dan 1 (TX). Sebuah ATmega8U2 sebagai saluran komunikasi serial melalui USB dan sebagai port virtual com  untuk perangkat lunak pada komputer. Firmware '8 U2 menggunakan driver USB standar COM, dan tidak ada driver eksternal yang diperlukan. Namun, pada Windows diperlukan, sebuah file inf. Perangkat lunak Arduino terdapat monitor serial yang memungkinkan digunakan memonitor data tekstual sederhana yang akan dikirim ke atau dari board Arduino. LED RX dan TX  di papan tulis akan berkedip ketika data sedang dikirim melalui chip USB-to-serial dengan koneksi USB ke komputer (tetapi tidak untuk komunikasi serial pada pin 0 dan 1).  Pemograman akan diinput ke Arduino uno untuk menjalankan suatu alat. Arduino uno ini digunakan untuk memproses masukan. Selanjutnya yaitu LCD 16x2 yang digunakan untuk memonitoring penyiram tanaman otomatis ini. LCD 16x2 ini menampilkan tingkat kelembaban tanah dan beguna sebagai display indicator. LCD 16x2 terdiri dari 16 karakter dan 2 baris, mempunyai 192 karakter tersimpan, dilengkapi dengan back light, terdapat karakter generator terprogram, dan juga dapat dialamati dengan mode 4-bit dan 8-bit. Lalu ada Sensor kelembaban tanah, diguanakan untuk mengetahui nilai kelembaban tanah agar tanaman tetap terawat dengan baik sesuai dengan kebutuhan tanaman tersebut. Ada juga pompa air yang merupakan elemen yang berfungsi untuk mendorong air . Pompa air terhubung dengan Relay.  Relay adalah Saklar (Switch) yang dioperasikan secara listrik dan merupakan komponen Electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri dari 2 bagian utama yakni Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch). Relay menggunakan Prinsip Elektromagnetik untuk menggerakkan Kontak Saklar sehingga dengan arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi. Sebagai contoh, dengan Relay yang menggunakan Elektromagnet 5V dan 50 mA mampu menggerakan Armature Relay (yang berfungsi sebagai saklarnya) untuk menghantarkan listrik 220V 2A. Rangkaian ini bekerja pada saat catu daya dihubungkan pada stop kontak. Selanjutnya sensor kelembaban tanah juga akan bekerja dan data diolah oleh Arduino uno dan dilanjutkan ke proses output. LCD akan menampilkan tingkat kelembaban tanah dan display indicator. LED akan menyala Ketika pompa air juga menyala. Pompa air akan menyala secara otomatis jika tanah kering. Pompa air ditunjang dengan relay karena membutuhkan supply sebesar 12 volt. Begitu seterusnya proses akan berulang Ketika tanaman membutuhkan air.

Nama     : Miftakhul Rohma

Kelas     : 2D TT

No.Urut : 13

NIM      : 1931130034

Koordinat Lokasi : -7.3147222, 112.1444445

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tt2d24 PENGEMBANGAN TEMPAT SAMPAH PINTAR MENGGUNAKAN ESP32

2dtt17

PROYEK MENGGUNAKAN MCU ESP32