2dtt22

Deskripsi:
Pada gambar di atas merupakan diagram blok sebagai pengedali yang digunakan di dalam Sistem Penyiraman dan Pengusiran Hama Otomatis pada Tanaman Menggunakan Mikrokontroler. Dapat diketahui juga bahwa terdapat komponen masukan (input) dan keluaran (output). Terdapat dua buah komponen masukan (input) yang akan terpasang pada sistem, yakni sensor RTC (Real Time Clock) dan sensor PIR (Passive Infrared Receiver). Sensor RTC (Real Time Clock) adalah chip elektronik yang dapat menghitung waktu dengan akurat dan menjaga data waktu tersebut secara real time. RTC DS3231 merupakan salah satu jenis RTC yang dapat digunakan bersama dengan Mikrokontroler. RTC DS3231 umumnya sudah lengkap dengan battery CR2032 3V dan 6 pin interface. RTC DS3231 yang sangat akurat dengan MEMS resonator benar-benar mengelola semua fungsi pencatat waktu. Sedangkan sensor PIR (Passive Infrared Receiver) adalah sensor yang dapat mendeteksi pergerakan, dalam hal ini sensor PIR banyak digunakan untuk mengetahui apakah ada pergerakan manusia dalam daerah yang mampu dijangkau oleh sensor PIR. Sensor PIR ini bekerja dengan menangkap energi panas yang dihasilkan dari pancaran sinar inframerah pasif yang dimiliki setiap benda dengan suhu benda diatas nol mutlak. Seperti tubuh manusia yang memiliki suhu tubuh kira-kira 32 derajat celcius, yang merupakan suhu panas yang khas yang terdapat pada lingkungan. Pancaran sinar inframerah inilah yang kemudian ditangkap oleh Pyroelectric sensor yang merupakan inti dari sensor PIR ini sehingga menyebabkan Pyroelectic sensor yang terdiri dari galium nitrida, caesium nitrat dan litium tantalate menghasilkan arus listrik. Selain itu terdapat juga empat buah komponen keluaran (output) yakni pompa air, LCD karakter 16x2, kipas, dan relay.
Deskripsi alur dari kerja sistem tersebut yaitu: Yang pertama pada saat sistem di aktifkan maka yang akan dilakukan adalah menginisialisasi perangkat masukan (input) dan keluaran (output) pada sistem yang akan dibangun, dengan begitu sistem yang berbasis Arduino akan memiliki pin untuk perangkat masukan (input) dan keluaran (output) yang aktif. Kemudian sistem akan menampilkan tampilan awal berupa tampilan waktu (time) yang menandakan bahwa sistem sudah siap dan akan ditampilkan pada interface berupa LCD (Liquid Crystal Display). Selanjutnya, maka sensor-sensor yang digunakan pada sistem akan aktif dan melakukan deteksi atau pembacaan terhadap lingkungan. Setelah itu tahap mengeksekusi hasil pembacaan sensor itu pada sistem sebagai keluaran (output). Yang pertama ketika terdapat pergerakan makhluk hidup maka akan mengaktifkan kipas (untuk mengusir hama) yang di deteksi dari sensor PIR. Kemudian terdapat sensor RTC yang sudah di setting denga tiga waktu yaitu: pagi, siang, dan sore. Yang mana akan menghidupkan pompa air sesuai dengan waktu yang telah ditentukan sehingga dapat melakukan penyiraman.
Keterangan: 1 Software yang dibuat oleh penulis
Judul Proyek: Sistem Penyiraman dan Pengusiran Hama Otomatis pada Tanaman Berbasis Mikrokontroler
Nama : Sri Devi Ratna Sari
Kelas : 2DTT
No. Urut : 22
NIM : 1931130071
Koordinat lokasi : Rumah (Leces - Probolinggo)
Komentar
Posting Komentar